Dampak Kabut Asap Karhutla, MTs Negeri 2 Parigi Terapkan Pembelajaran Daring Selama Tiga Hari

Humas
30 Oktober 2026 291 x Info Madrasah

Foto Pembelajaran Daring

Kotaraya Selatan – Menyikapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Parigi Moutong, MTs Negeri 2 Parigi mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Kebijakan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas edaran Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, dengan mengutamakan keselamatan serta kesehatan seluruh warga madrasah.

Pengalihan pembelajaran tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong Nomor B-1850/Kk.22.09/Kp.00.1/10/2026 tertanggal 29 Oktober 2026 tentang Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) dalam Kondisi Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kebijakan ini juga merupakan bentuk penyesuaian terhadap arahan Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong.

Berdasarkan kebijakan tersebut, pembelajaran daring di MTs Negeri 2 Parigi dilaksanakan selama tiga hari kerja, yakni Jumat, 30 Oktober 2026, Sabtu, 31 Oktober 2026, dan Senin, 2 November 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas siswa di luar rumah selama kondisi kabut asap masih berlangsung, sekaligus meminimalkan risiko paparan udara yang kurang sehat.

Pembelajaran Daring dengan Mengedepankan Fleksibilitas

Dalam pelaksanaannya, MTs Negeri 2 Parigi menerapkan sistem pembelajaran daring yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing guru maupun siswa. Madrasah memberikan keleluasaan kepada guru dalam memilih media pembelajaran dengan mempertimbangkan ketersediaan perangkat, akses internet, serta kemampuan teknis siswa.

Berbagai media pembelajaran dapat dimanfaatkan, antara lain Learning Management System (LMS) madrasah, aplikasi E-Learning Kementerian Agama, Zoom Meeting, Google Meet, serta grup WhatsApp kelas. Bagi siswa yang mengalami kendala jaringan internet, guru dapat memberikan penugasan mandiri secara terstruktur agar proses pembelajaran tetap berlangsung.

Hasil pekerjaan dan tugas siswa selama pembelajaran daring selanjutnya dikumpulkan kepada masing-masing guru mata pelajaran setelah kegiatan pembelajaran daring berakhir dan kondisi kembali normal. Melalui kebijakan ini, madrasah berupaya memastikan bahwa keterbatasan sarana dan akses internet tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap memperoleh layanan pendidikan.

Kepala Madrasah: Kesehatan dan Keselamatan Siswa Menjadi Prioritas

Kepala MTs Negeri 2 Parigi, Saefudin, S.Pd., menyampaikan bahwa kebijakan pengalihan pembelajaran merupakan bentuk komitmen madrasah dalam melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.

Ia menegaskan bahwa meskipun pembelajaran daring memiliki sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jaringan internet, kuota, dan perangkat pembelajaran, proses pendidikan harus tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi dan kemampuan siswa.

"Kami menyadari bahwa pembelajaran daring memiliki berbagai keterbatasan. Namun, kesehatan dan keselamatan seluruh warga madrasah tetap menjadi prioritas. Kami mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah sebagai upaya perlindungan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik, tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pembelajaran," ungkap Saefudin.

Lebih lanjut, Kepala Madrasah mengharapkan dukungan dan kerja sama orang tua atau wali siswa selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Peran orang tua sangat diperlukan untuk mendampingi, membimbing, serta memastikan anak-anak mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai jadwal dan arahan yang diberikan oleh guru.

"Kami mengajak seluruh orang tua dan wali siswa untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan pembelajaran daring ini. Mohon agar anak-anak tetap mendapatkan pendampingan di rumah serta aktif mengikuti setiap instruksi dan kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh bapak dan ibu guru," tambahnya.

Melalui kebijakan ini, MTs Negeri 2 Parigi berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus mengutamakan perlindungan kesehatan seluruh warga madrasah. Sinergi antara madrasah, guru, siswa, dan orang tua diharapkan mampu memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi kabut asap akibat Karhutla.

(Humas MTs Negeri 2 Parigi)

parimo sulteng madrasah kemenag osim

Berita Terpopuler

Kolom Komentar


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *